Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2010

PRODUKSI TERNAK UNGGAS

BAB I
MEMILIH VARIETAS AYAM

Suatu varietas ayam adalah suatu ras atau family dari ayam yang memiliki kesamaan umum dalam hal ukuran, bentuk atau profil, dan pembawaan. Semua ayam dalam satu varietas akan memiliki karakteristik yang sama yaitu: warna kulit, Varietas ini selanjutnya dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas ayam yang sudah banyak dibudidayakan pada umumnya diberi nama yang dikaitkan dengan tempat asalnya, misalnya American, Asiatic, English, Mediteranian, dan semacamnya.

Untuk memulai usaha kecil-kecilan di bidang peternakan ayam, ada tiga jenis varietas yang bisa dipilih berdasarkan tujuan pemeliharaannya, yaitu: ayam petelur, ayam pedaging atau ayam potong, dan ayam berfungsi ganda untuk kedua maksud tersebut.

A.Ayam Petelur
Ayam petelur - Ayam ini tubuhnya relatif lebih kecil. Produksi telurnya antara 250 sampai 280 butir per tahun. Telur pertama dihasilkan pada saat berumur 5 bulan dan akan terus menghasilkan telur sampai umurnya mencapai 10 - 12 tahun. Umumnya, produksi telur yang terbaik akan diperoleh pada tahun pertama ayam mulai bertelur. Produksi telur pada tahun-tahun berikutnya cenderung akan terus menurun.
Ada dua pilihan untuk ayam petelur ini yang dibedakan dari warna telurnya, yaitu:

1.Telur berwarna putih
Ayam petelur dengan telur berwarna putih yang terbaik adalah dari Jenis ras Leghorn. Hanya saja ayam ini suka terbang dan sangat berisik. Jenis ras lainnya yang menghasilkan telur putih diantaranya adalah Minorcas. Anconas, dan California White.

2.Telur berwarna coklat
Sedangkan ayam peterlur dengan telur berwarna coklat yang terbaik adalah dari Jenis ras Production Red. Ayam hibrida ini adalah hasil perkawinan silang dari ayam petelur Rhode Islands Red dan New Hampshire. Sedangkan ayam ras Rhode Islands Red dan New Hampshire sendiri sudah tergolong sebagai ayam petelur yang baik dalam menghasilkan telur berwarna coklat.

B.Ayam Pedaging
Ayam pedaging - Ayam silang Cornish Rock adalah ayam pedaging yang tergolong terbaik pada saat ini. Ayam ini merupakan hasil silang dari Cornish dan Plymouth Rock. Ayam pedaging lainnya yang tergolong baik adalah dari jenis ras Brahmas, Cochins, dan Cornish. Ayam pedaging yang baik adalah ayam yang mengkonsumsi dua kilogram pakan untuk menghasilkan satu kilogram berat tubuhnya. Ayam betina pada umumnya djual ke pasar pada saat beratnya mencapai antara satu tiga per empat kg sampai dua setengah kg sedangkan ayam jantan antara tiga kg sampai empat kg. Ayam yang semakin cepat pertumbuhannya maka semakin ekonomis unuk dipelihara.

Ayam berfungsi ganda - Ayam pada jenis ini merupakan campuran antara ayam petelur dan ayam pedaging. Dominiques, Plymouth Rocks, Sussex, Orpington, and Wynadottes adalah beberapa ras ayam dari ayam berfungsi ganda. Ayam kampung di negara kita adalah termasuk pada jenis ini.Telur ayam jenis ini berwarna coklat dan mereka membesarkan sendiri anak-anaknya. Pada umumnya mereka tidak menghasilkan berat tubuh secepat ayam pedaging dan juga tidak menghasilkan telur sebanyak ayam petelur. Ayam ini berciri khas sebagai ayam yang dipelihara di halaman belakang rumah. Peternak akan memperoleh telur ayam untuk konsumsi sehari-hari disamping sesekali memperoleh daging ayam jantan dari kelebihan jumlah yang diperlukan dan daging ayam-ayam tua yang sudah tidak produktif lagi.

Pertimbangan lain dalam memilih jenis varietas ayam adalah kondisi cuaca lokal di tempat peternakan berada.

Ayam yang berbulu tebal akan lebih cocok dipelihara ditempat yang bercuaca lebih dingin dari pada ayam yang berbulu tipis. Orpingtons, Brahmas, Cochins. Plymouth Rocks, Rhode Island Reds dan Wyandottes adalah ayam-ayam yang berbulu tebal yang berarti cocok pada cuaca dingin. Leghorn, Minorca, Andalusian, Hamburgs dan ayam Mediterranean lainnya akan lebih baik dipelihara pada tempat-tempat yang bercuaca lebih hangat.

Untuk lebih jelasnya dalam menentukan varietas yang cocok dengan cuaca lokal di tempat Anda, sebaiknya dikonsultasikan pada Dinas Peternakan Ayam setempat atau perusahaan ternak ayam terdekat.

Lebih lanjut, sebaiknya dibiasakan membeli anak ayam yang berkualitas sesuai kebutuhan. Apabila anak ayam dibeli dari perusahaan peternakan ayam, mintalah sekalian divaksinasi terhadap penyakit Marek. Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan segera setelah anak ayam dientaskan agar sepanjang hidupnya tercegah dari serangan penyakit Marek yang sangat mematikan. Untuk broiler atau ayam pedaging, agar lebih murah harganya, pilihlah anak ayam yang belum diseleksi kelaminnya (straight-run).
Hendaknya diingat bahwa pada waktu memilih varietas ayam ini apabila ada yang cocok jangan dulu langsung dibeli. Anggap saja Anda berada dalam tahapan sedang melakukan survey, bukan sedang membeli. Pembelian anak ayam sebaiknya dilakukan apabila segala persiapan untuk kedatangan anak ayam telah selesai dikerjakan, karena apabila belum siap maka risiko kematian anak ayam yang baru dibeli tersebut akan sangat tinggi.


BAB II
MEMELIHARA PERKEMBANGAN AYAM

Dengan sistem ventilasi dalam kandang yang tepat, pemberian air minum yang bersih, dan pemberian makanan yang dijaga keseimbangannya maka anak ayam akan terus tumbuh dengan baik. Ventilasi yang tepat akan menjaga kandang dan alasnya tetap kering sehingga membantu dalam mencegah timbulnya penyakit. Alas yang basah atau kandang yang lembab akan mengundang penyakit. Selanjutnya, anak ayam akan tumbuh lebih cepat dan hidup lebih baik bila mereka ditempatkan pada kandang yang cukup luas. Tambahkan tempat pakan dan tempat minumnya sesuai kebutuhannya dengan semakin besarnya tubuh anak ayam mengikuti pertumbuhannya.

Ayam betina yang akan dipelihara untuk memproduksi telur memerlukan banyak pakan yang masih segar dan air bersih sepanjang waktu. Jangan biarkan mereka kelaparan apabila tidak menginginkan produksi telurnya mengecewakan pada saatnya bertelur nanti.

Sediakan pakan penumbuh (growing mash) yang baik di depan ayam sepanjang waktu. Air harus tetap segar dan dingin. Air mancur dijaga agar senantiasa dalam keadaan yang baik dan selalu dibersihkan setiap hari.
Saat ayam betina sedang tumbuh adalah saat yang paling baik untuk membentuk berat tubuhnya yang baik, kuat dan penuh vitalitas. Saat yang paling kritis selama hidupnya ayam betina adalah selama masa pertumbuhannya. Apabila Anda menginginkan ayam yang memberikan keuntungan, maka perhatikan bahwa mereka berkembang dengan baik selama masa pertumbuhannya.

Bersihkan semua sampah dan benda-benda aneh dari tempat pakannya setiap hari. Apabila pakan untuknya kelihatan basah pada tempat makananya, sebaiknya segera diganti. Bersihkan dan keringkan tempat pakannya sebelum diisi kembali dengan makanannya yang baru.

Tempat yang terlalu berdesak-desakan, temperatur yang terlalu panas, tempat pakan dan tempat air minum yang kurang banyak, pakan yang tidak mencukupi, dan adanya penyakit parasit merupakan sumber dari timbulnya kanibalisme. Pemeliharaan serta pengelolaan ternak ayam yang baik akan mencegah timbulnya problema kanibalisme.
Apabila anak ayam dibiarkan berkeliaran, mereka harus dilindungi dari pemakan mangsa dan ayam yang buas terutama pada malam hari. Tikus dan kutu ayam kalau dibiarkan dapat menyebabkan kontaminasi pada makanan ayam yang ahirnya dapat menimbulkan penyakit.

Pisahkan ayam betina muda dari yang lebih tua. Hal Ini akan menolong mengurangi kemungkinan menyebarnya penyakit dari induk ayam yang lebih tua ke yang lebih muda. Ayam betina dapat terkena penyakit cacing. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, terdapat sejumlah obat yang dapat dipergunakan untuk mencegah parasit pada ayam yang datangnya dari dalam. Dengan pengelolaan dan sanitasi yang baik dapat membantu mengurangi terjangkitnya parasit. Periksalah beberapa ayam betina dari waktu ke waktu untuk parasit yang datangnya dari luar seperti kutu ayam.
Tetaplah berjaga-jaga atas munculnya setiap pertanda yang menunjukkan awal timbulnya penyakit. Apabila identifikasi masalah dibuat lebih dini, maka akan lebih mudah dalam menangani dan menghilangkan masalah tersebut dari pada menunggu setelah kerusakan terjadi. Banyak penyakit yang dapat diidentifikasikan berdasarkan gejala-gejala yang ditunjukkannya.

Sebaiknya menghubungi tenaga ahli ternak ayam atau pedagang yang berkecimpung dalam usaha ternak ayam untuk memperoleh bantuan apabila menghadapi masalah penyakit pada ayam Anda.

BAB III
PENGELOLAAN AYAM PETELUR

Pengelolaan ayam petelur yang baik adalah sangat penting untuk mempeoleh tingkat produksi telur yang tinggi. Apabila ayam petelur dipupuk sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan, maka mereka harus tumbuh berkesinambungan sepanjang masa perkembangannya. Pedoman berikut ini dapat membantu dalam mensukseskan proses pertumbuhan dan perkembangan ayam petelur selama masa pertumbuhannya:

RUANGAN – Untuk setiap 100 ayam petelur harus memiliki ruang antara 25 m2 sampai 100 m2. Sediakan 0,2 sampai 0,3 m2 per ayam apabila dibiarkan tumbuh di luar kandang.

MAKANAN – Sediakan pakan penumbuh (growing mash) yang baik di depan ayam sepanjang waktu. Pakan yang komplit dari pabrik biasanya telah mengandung semua nutrisi yang diperlukan. Pengoplosan pakan dengan menambahkan pakan dari luar (misalnya jagung) dapat menyebabkan terjadinya ketidak-seimbangan yang pada akhirnya hasil yang diperoleh akan mengecewakan.

AIR – Pada masa pertumbuhannya ayam petelur akan banyak minum dan membutuhkan banyak air untuk menjaga pertumbuhan yang normal. Air harus tetap segar dan dingin.Air mancur dijaga agar senantiasa dalam keadaan yang baik dan selalu dibersihkan setiap hari.

PENEDUH – Pada musim panas, ayam petelur akan merasa lebih nyaman apabila diberi tempat meneduh.

PISAHKAN AYAM PETELUR MUDA DARI YANG LEBIH TUA – Ini akan menolong mengurangi kemungkinan menyebarnya penyakit dari induk ayam yang lebih tua ke yang lebih muda.

TEMPAT BERTEDUH – Sediakan satu tempat berteduh yang berukuran 3 x 4 meter untuk tiap 100 sampai 125 ayam petelur.
PENCEGAHAN PARASIT – Ayam petelur dapat terkena penyakit cacing. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, terdapat sejumlah obat yang dapat dipergunakan untuk mencegah parasit pada ayam yang datangnya dari dalam. Dengan pengelolaan dan sanitasi yang baik dapat membantu mengurangi terjangkitnya parasit. Periksalah beberapa ayam petelur dari waktu ke waktu untuk parasit yang datangnya dari luar seperti kutu ayam.

LINDUNGI DARI MUSUHNYA – Yakinkan bahwa binatang pemangsa tidak dapat memasuki bangunan tempat ayam tidur di malam hari.
Saat ayam petelur sedang tumbuh adalah saat yang paling baik untuk membentuk berat tubuhnya yang baik, kuat dan penuh vitalitas. Saat yang paling kritis selama hidupnya ayam petelur adalah selama masa pertumbuhannya. Apabila Anda menginginkan ayam yang memberikan keuntungan, maka perhatikan bahwa mereka berkembang dengan baik selama masa pertumbuhannya.


BAB IV
PENGOLAHAN AYAM PEDAGING

Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak.
Adapun teknis Pemeliharaan dari pemeliharaan ayam pedaging ini adalah :

1.Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).

2.Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen. air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.

3.Minggu Kedua (hari ke 8 -14). Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.

4.Minggu Ketiga (hari ke 15-21). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.

5.Minggu Keempat (hari ke 22-28). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.

6.Minggu Kelima (hari ke 29-35).Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan
pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.

7.Minggu Keenam (hari ke-36-42). Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.


DAFTAR PUSTAKA

Budidaya Ayam Pedaging. http://teknis-budidaya.blogspot.com/. Diakses pada Tanggal 28 Oktober 2007

Cara Memelihara Ayam Negeri. http://www.peternaka.com/ Diakes pada 7 Oktober 2008

PERAN GURU DALAM INOVASI PENDIDIKAN

A.Peranan Guru
Peranan diartikan sebagai seperangkat tingkah laku atau tugas yang harus atau dapat dilakukan seseorang pada situasi tertentu sesuai dengan fungsi dan kedudukannya. Seperangkat tugas yang harus dilakukan seseorang sesuai dengan kedudukan dan harapan masyarakatnya disebut peranan yang diharapkan atau disebut ascribed role. Sedangkan seperangkat tugas kewajiban yang dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ada merupakan peranan yang dapat dicapai atau disebut achieved role.
Secara umum banyak sekali peranan yang mesti dilakukan oleh seorang guru dalam melaksanakan tugannya disekolah. Namun peranan guru yang paling pokok berhubungan erat dengan tugas dan jabatannya sebagai suatu profesi. Tugas guru secara profesional menurut Sutan Zanti Arbi (1992:134) meliputi : tugas mendidik, mengajar dan melatih.

Sehubungan dengan tugas profesionalnya, seorang guru paling tidak harus melaksanakan peranan sesuai dengan propil kemampuannya. Dasarnya, profesional guru dalam proses belajar mengajar sebagai berikut:

a.Menguasai bahan pelajaran
b.Mengelola program belajar mengajar
c.Mengelola kelas
d.Menggunakan media dan sumber
e.Menguasai landasan-landasan kependidikan
f.Mengelola interaksi belajar mengajar
g.Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran
h.Mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan
i.Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah
j.Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran.

Radja Mudyaharto (1989:273) mengelompokkan jenis kemampuan pokok yang ideal dikuasai guru profesional kedalam 3 kelompok sebagai berikut:

1.Kemampuan membantu siswa belajar secara efisien dan efektif agar mencapai hasil optimal, kelompok ini mencakup jenis kemampuan :
a.Mengelola kegiatan belajar mengajar
b.Melakukan bimbingan siswa

2.Kemampuan menjadi penghubung (lisan) kebudayaan dan masyarakat yang aktif kreatif, dan fungsional kelompok ini mencakup jenis kemampuan:
a.Menjadi modiator kebudayaan baik sebagai pembawa kebudayaan, pemeliharaan kebudayaan, maupun sebagai pengembang kebudayaan.
b.Menjadi komunikator sekolah dan masyarakat

3.Kemampuan menjadi pendukung pengelolaan program kegiatan sekolah dan berprofesi, kelompok ini mencakup kemampuan:
a.Menjadi anggota staf sekolah yang produktif
b.Menjadi anggota organisasi profesional yang produktif.


B.Peran serta guru dalam pelaksanaan inovasi pendidikan
Seperti telah dijelaskan pada bagian lalu bahwa perubahan yang terjadi pada suatu aspek kehidupan akan menimbulkan perubahan pada aspek kehidupan lainnya. Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi atau menimbulkan perubahan dalam bidang lain, seperti pendidikan, ekonomi dan bidang sosial budaya lainnya.

Perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan pada gilirannya akan berpengaruh pada guru sebagai pemegang peranan utama dalam bidang pendidikan dalam aspek-aspek serta sejenisnya sebagaimana diuraikan pada bagian lalu, bagaimanakah peran serta guru dalam inovasi pendidikan, yaitu sebagai berikut:
1.Guru bersikap terbuka dan peka terhadap perubahan dan pembaharuan
2.Guru sebagai agen pembaharuan dalam inovasi pendidikan
3.Guru sebagai adopter (penerima) inovasi pendidikan.

PELAKSANAAN INOVASI PENDIDIKAN

A.Bidang-Bidang pendidikan
Berdasarkan komponen yang ada dalam keseluruhan sistem pendidikan, terdapat banyak hal yang perlu mendapat perubahan, baik itu peningkatan, penyempurnaan, maupun perbaiakan melalui kegiatan inovasi bidang-bidang tersebut antara lain:
1)Peserta didik (pelajar)
2)Tujuan pendidikan
3)Isi bahan ajar (materi pelajaran)
4)Media pendidikan
5)Metode dan teknik komunikasi
6)Struktur dan tata laksana
7)Hasil-hasil pendidikan
8)belajar mengajar

B.Jenis-Jenis inovasi pendidikan
Jenis-jenis inovasi pendidikan menurut Santoso.s. Hamidjojo (1974) tak dapat terbilang jumlahnya, namun dapat dikelompokkan atas dasar objeknya, derajatnya dan sifatnya.

Berdasarkan objeknya yakni objek atau hal yang dikenai pembaharuan, jenis inovasi pendidikan terdiri atas 3 jenis yaitu:

1.Inovasi dalam jenis hubungan antara orang (personal relasionship) misalnya: pembaharuan dalam peranan guru, perubahan dalam laksana tata baru, yang harus berdasarkan pengambalian keputusan pada informasi dan bukan pada selera perorangan atau pemimpin.
2.Inovasi dalam jenis software (piranti lunak) misalnya perubahan atau pembaharuan mengenai tujuan dan struktur kurikulum, berbagai model sistem penyampaian (delivery sistem) dan cara-cara penilian kurikulum pendidikan.
3.Inovasi dalam jenis hardware (piranti keras) misalnya: perubahan dalam bentuk ruangan kelas dalam rangka memenuhi tuntutan baru karena terjadi pembaharuan dalam rangka antar orang, atau karena terjadi perubahan peranan guru dan adanya perubahan dalam sistemp penyampaian atau metode mengajar, adanya sistem komputerisasi, proyektor, mesin pengajaran, adanya laboratorium dan sebagainya.

Berdasarkan derajat atau tingkatannya inovasi pendidikan dikelompokkan menjadi 4 jenis yaitu :
1.Jenis pembaharuan dalam nilai atau wawasan (orientasi pendidikan)
2.Pembaharuan dalam jenis operasi tata laksana pengelolaan (manajemen pendidikan)
3.Pembaharuan dalam jenis tugas dan fungsi
4.Pembaharuan dalam jenis keahlian, ataupun kemampuan-kemampuan khusus yang dituntut dari para petugas tata laksana atau guru karena adanya perubahan dalam sistem pengajaran.

Dilihat dari sifatnya terdapat dari beberapa macam sifat-sifat perubahan yang terjadi dalam inovasi pendidikan. Huberman dalam Santoso.s. Hamidjojo (1974:30) membagi sifat-sifat perubahan dalam inovasi kedalam 6 kelompok yaitu:

a.Penggantian (substitution) misalnya: inovasi dalam bentuk penggantian jenis sekolah, penggantian bentuk-bentuk perabot, alat-alat, guru atau sistem ujian yang lama diganti dengan yang baru.
b.Perubahan (alternation) misalnya: upaya mengubah tugas guru yang trerjadi hanya bertugas mengajar, juga harus bertugas menjadi guru bimbingan atau penyuluhan.
c.Penambahan (addition) dalam inovasi yang bersifat penambahan ini tidak ada penggantian atau perubahan walaupun ada yang berubah, maka perubahan tersebut hanya berupa perubahan dalam hubungan antara komponen
d.Penyusunan kembali (restructuring), yaitu upaya penyusunan kembali berbagai komponen yang ada dalam sistem dengan maksud agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan.
e.Penghapusan (elimanitian) upaya pembaharuan dengan cara menghilangkan aspek-aspek tertentu dalam pendidikan atau pengurangan “komponen-komponen dalam pendidikan”
f.Penguatan (reinforcement) yaitu upaya peningkatan atau memperkokoh atau memantapkan kemampuan atau pola dan cara-cara yang sebelumnya terasa lemah.

C.Beberapa upaya pembaharuan pendidikan diindonesia
Pada bagian yang lalu telah dikemukakan bahwa dimanapun pembaharuan itu dilaksanakan, akan senangtiasa didasarkan pada kebutuhan atau karena ada masalah yang perlu segera dipecahkan sebagai upaya perubahan yang sengaja diadakan untuk meningkatkan kemampuan dalam mencapai tujuan tertentu, namun pada bagian ini sikilas akan diketengahkan beberapa jenis yang dapat kelompokkan kedalam empat rumpun, yaitu :
1.Pembaharuan dalam aspek tujuan pendidikan
Para ahli,perencana dan pengambil kebijakan pendidikan nasional telah lama berusaha mencari rumusan tujuan pendidikan, dari mulai tujuan yang sangat ideal yang dirumuskan sejak zaman revolusi kemerdekaan, zaman awal orde baru sampai pada tujuan umum yang dirumuskan pada setiap relita yang tertuang pada setiap garis-garis besar haluan negara (GBHN).

2.Pembaharuan dalam aspek struktur dan perencanaan pendidikan
Pembaharuan dalam aspek struktur dan perencanaan pendidikan berkenaan dengan upaya mengadakan perubahan, atau pembenahan, peningkatan struktur jenis dan jenjang pendidikan mulai dari pembenaran struktur sekolah, ruangan kelas dan kelompok belajar agar lebih berfungsi sesuai dengan tuntunan perkembangan sosial budaya dan polotik.

3.Pembaharuan pendidikan dalam aspek yuridis
Dalam pembukaan UUD 1945, terkandung makna bahwa dasar negara kita adalah pancasila yang menjadi dasar ideal penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. Sedangkan UUD 1945 merupakan landasan kontitusionalnya.

4.Pembaharuan dalam aspek kurikulum
Sesuai dengan perkembangan dan perjalanan hidup sosial, ekonomi, politik, dan budaya bangsa,kurikulum pendidikan kita telah sering mengalami perubahan dan penyempurnaan, hal ini terlihat misalnya: pada zaman penjajahan Belanda, kurikulum pendidikan tampak sederhana sekali, karena tujuannya pun sederhana.

5.Pembaharuan dalam aspek teknologi pendidikan
Pembaharuan dalam aspek teknologi pendidikan muncul akibat adanya tuntutan yang terus meningkat yang tidak teratasi hanya dengan cara dan upaya pemecahannya yang kompensional dan tradisional. Contoh pembaharuan proyek teknologi komunikasi pendidikan dan kebudayaan. (TKPK)

6.Pembaharuan berbagai aspek dalam proses pendidikan
Proses pendidikan yang baik terjadi manakala tercipta interaksi edukatif dan manusiawi antara pendidikan dan peserta didektifnya. Upaya pembaharuan dalam aspek proses pendidikan yang lebih berfungsi efisien dan efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang diinginkannya.

Diantara upaya pembaharuan aspek proses pendidikan yang dilakukan adalah dalam bentuk berikut:
a.Penggunaan multi metode dalam pengajaran
b.Pengunaan pendekatan iguiry-discovery dan CBSA
c.Penilaian program pengajaran dan pendidikan
d.Pembaharuan yang memadukan berbagai aspek pendidikan.